Jumat, 30 Desember 2011

Kemiskinan seakan terlupakan

Kehidupan masyarakat sejahtera, segalanya mencukupi.Mungkin itulah yang menjadi sasaran utama dan menjadi tujuan bangsa Indonesia.Hal hal seperti ini juga sudah diukir dengan jelas dalam pembukaan undang- undang dasar 1945 , yang bunyinya memajukan kesejahteraan umum……….
Negara Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945 , merdeka dari pengaruh bangsa lain dan bebas menentukan nasibnya sendiri.Namun, siapa sangka bahwa sosok penjajah yang selalu menggerogoti bangsa Indonesia sampai saat ini masih dengan setia berada bersama kita yakni sang pembawa malapetaka virus kemiskinan.
Kemiskinan yang seringkali menjadi momok setiap saat , bagaimana usaha pemerintah yang sedemikian rupa namun sampai saat ini masih belum mampu memberantas virus ini, untuk diketahui saja faktor kemiskinan selain berpengaruh pada faktor fisik juga sangat berdampak negatif terhadap faktor psikologis.Bayangkan saja masalah nasi satu bungkus orang bisa saling berkelahi, masalah uang 100 perak saja nyawa bisa saja melayang.
Pokok permasalahan yang patut kita cermati bersama saat ini adalah apakah usaha yang dilakukan oleh pemerintah sudah optimal , apakah usaha yang dilakukan pemerintah sudah menyentuh ke pokok permasalahan ataukah masih sangat jauh dari kenyataan????
Bila kita mencoba membuka mata dipinggiran kota kota besar seperti Jakarta ,Surabaya dan sekitarnya maka akan Nampak pemandangan yang sangat menyedihkan bagaimana , para orang orang yang sudah tua renta tinggal di dalam rumah kardus, anak anak jalanan berseliweran mencari nafkah tak tentu arah dan tujuan, belum lagi para anak anak gadis yang bekerja sebagai PSK di gang gang sempit hanya dengan tujuan menyambung hidup diri dan keluarga dengan menjual tubuhnya pada lelaki hidung belang.
Dengan berbagai uraian diatas nampaklah bahwa usaha yang dilakukan oleh pemerintah sendiri belum cukup untuk mengentas kemiskinan, harus diperlukan  solidaritas antar seluruh komponen masyarakat secara menyeluruh dengan bahu membahu membantu masyarakat lain yang kekurangan , program yang mungkin masih segar dalam ingatan kita pada masa orde baru yakni GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) bias menjadi contoh yang cukup positif , karena tidak sedikit juga masyarakat kita yang hidupnya serba berkecukupan bisa memperhatikan kalangan masyarakat lain.
Pengembangan usaha usaha mikro yang bisa menyerap tenaga kerja secara luas juga bisa menjadi solusi.
Apabila semua hal ditas bias direalisasikan oleh pemerintah kita maka tingkatan kemiskinan yang pada faktanya semakin meningkat itu akan bisa teratasi. (A.K)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar